AMUBIASIS

Kompetensi : 04
Laporan Penyakit : 0103 ICD X : A.06

Definisi
Amubiasis adalah penyakit yang disebabkan oleh protozoa usus. Protozoa tersebut hidup di kolon, menyebabkan radang akut dan kronik yang disebut amubiasis intestinal. Bila tidak diobati amubiasis intestinal akan menjalar ke luar usus dan menyebabkan amubiasis ekstra-intestinal.

Penyebab
Entamoeba histolytica

Gambaran Klinis

  • Masa inkubasi rata-rata 2 – 4 minggu.
  • Amubiasis kolon akut atau disentri amuba memberikan gejala sindrom disentri yang merupakan kumpulan gejala yang terdiri atas tinja berlendir dan berdarah, tenesmus anus, nyeri perut dan kadang-kadang disertai demam.
  • Pada amubiasis kronik penderita mengeluh nyeri perut dan diare yang diselingi konstipasi.
  • Pada amubiasis ekstraintestinalis kadang ditemukan riwayat amubiasis usus.
  • Penderita amubiasis hati biasanya demam, hati membesar disertai nyeri tekan abdomen terutama di daerah kanan atas, berkeringat, tidak nafsu makan, berat badan turun dan ikterus.
  • Amubiasis kutis dan perinealis menyebabkan ulkus yang tepinya bergaung, sedangkan amubiasis vaginalis menimbulkan leukore dengan bercak darah dan lendir.

Diagnosis

  • Amubiasis kolon akut : menemukan E.histolytica bentuk histolitika dalam tinja cair.
  • Amubiasis kolon menahun : menemukan E.histolytica bentuk kista dalam tinja. Jika tidak ditemukan, pemeriksaan tinja perlu diulang 3 hari berturutturut. Pemeriksaan serologi dapat dilakukan untuk menunjang diagnosis amubiasis.
  • Amubiasis hati: menemukan bentuk histolitika E.histolytica dalam biopsi dinding abses atau aspirasi nanah. Jika tidak ditemukan ameba dapat dilakukan pemeriksaan serologi untuk menunjang diagnosis amubiasis.

Penatalaksanaan

  • Metronidazol merupakan obat pilihan untuk amubiasis usus maupun amubiasis
    ekstraintestinalis.
    · Dosis dewasa : 500 – 750mg 3 x sehari selama 7 – 10 hari.
    · Dosis anak 1 tahun : 50 mg/kgBB 3 x sehari, selama 7 – 10 hari.
  • Amubiasis ekstraintestinalis memerlukan pengobatan yang lebih lama. Oleh karena itu perlu dirujuk.

Pencegahan

  • Pencegahan meliputi perbaikan kesehatan lingkungan dan higiene perorangan, desinfeksi sayur dan buah-buahan yang diduga kurang bersih.
  • Pengidap kista tidak boleh bekerja di bidang penyiapan makanan dan minuman.

Sumber : PEDOMAN PENGOBATAN DASAR DI PUSKESMAS, DEPKES RI

Posted on 05 Oktober 2012, in Ilmu Kesehatan Anak, Penyakit Dalam. Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. makasih infonya,,,,,,,,

  2. informasi yang bermanfaat, terimakasih infonya..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: