CACINGAN: Part II.ASKARIASIS (Infeksi Cacing Gelang)

Kompetensi :
Laporan Penyakit : ICD X :

Definisi
Askariasis atau infeksi cacing gelang adalah penyakit ik yang disebabkan oleh Ascaris lumbricoides. Askariasis adalah penyakit kedua terbanyak yang disebabkan oleh parasit.
Penyebab
Ascaris lumbricoides.

Gambaran klinis

  • Infeksi cacing gelang di usus besar gejalanya tidak jelas. Pada infeksi masif dapat terjadi gangguan saluran cerna yang serius antara lain obstruksi total saluran cerna. Cacing gelang dapat bermigrasi ke organ tubuh lainnya misalnya saluran empedu dan menyumbat lumen sehingga berakibat fatal.
  • Telur cacing menetas di usus menjadi larva yang kemudian menembus dinding usus, masuk ke aliran darah lalu ke paru dan menimbulkan gejala seperti batuk,bersin, demam, eosinofilia, dan pneumonitis askaris. Larva menjadi cacing dewasa di usus dalam waktu 2 bulan.
  • Cacing dewasa di usus akan menyebabkan gejala khas saluran cerna seperti tidak napsu makan, mual dan muntah
  • Bila cacing masuk ke salura n maka dapat menyebabkan obstruksi . Bila menembus dapat menyebabkan infeksi berat, terutama pada anak dapat terjadi malabsorbsi sehingga memperberat keadaan malnutrisi. Sering kali infeksi ini baru diketahui setelahcacing keluar spontan bersama tinja atau dimuntahkan.
  • Bila cacing dalam jumlah besar menggumpal dalam usus dapat terjadi obstruksi usus (ileus), yang merupakan kedaruratan dan penderita perlu dirujuk ke rumah sakit.

Diagnosis
Diagnosis askariasis ditegakkan dengan menemukan Ascaris dewasa atau telur
Ascaris pada pemeriksaan tinja.
Penatalaksanaan

  • Pirantel pamoat 10 mg/kgBB dosis tunggal
  • Mebendazol 500 mg dosis tunggal (sekali saja) atau 100 mg 2 x sehari selama tiga hari berturut-turut
  • Albendazol 400 mg dosis tunggal (sekali saja), tetapi tidak boleh digunakan selama hamil.

Pencegahan

  1. Pengobatan masal 6 bulan sekali di daerah endemik atau di daerah yang rawan askariasis.
  2. Penyuluhan kesehatan tentang sanitasi yang baik, hygiene keluarga dan hygiene pribadi seperti:
  • Tidak menggunakan tinja sebagai pupuk tanaman.
  • Sebelum melakukan persiapan makanan dan hendak makan, tangan dicuci terlebih dahulu dengan menggunakan sabun.
  • Sayuran segar (mentah) yang akan dimakan sebagai lalapan, harus dicuci bersih dan disiram lagi dengan air hangat karena telur cacing Ascaris dapat hidup dalam tanah selama bertahun-tahun.
  • Buang air besar di jamban, tidak di kali atau di kebun.
  • Bila pasien menderita beberapa spesies cacing, askariasis harus diterapi lebih dahulu dengan pirantel pamoat.

Posted on 08 Oktober 2012, in Ilmu Kesehatan Anak, Penyakit Dalam. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: