Tuberkulosis pada bayi

Tuberkulosis pada bayi

Tuberkulosis_pada_bayi.jpg

DEFINISI

Tuberkulosis adalah suatu infeksi oleh Mycobacterium tuberculosis yang menyerang berbagai organ, terutama paru-paru.

PENYEBAB

  • Penyebabnya adalah bakteri Mycobacterium tuberculosis.
  • Janin bisa tertular tuberkulosis dari ibunya selama masih berada dalam kandungan, sebelum atau selama persalinan berlangsung (karena menghirup atau menelan cairan ketuban yang terinfeksi) maupun setelah lahir (karena menghirup udara yang terkontaminasi oleh percikan ludah yang terinfeksi).
  • Jika tidak diobati dengan antibiotik atau tidak diberikan vaksinasi, maka sekitar separuh bayi yang ibunya menderita tuberkulosis aktif akan menderita penyakit ini pada tahun pertama.

GEJALA

Gejalanya bisa berupa:

  • Demam
  • Tampak mengantuk
  • Tidak kuat menghisap
  • Gangguan pernafasan
  • Gagal berkembang (tidak terjadi penambahan berat badan)
  • Pembesaran hati dan limpa karena organ ini menyaring bakteri tuberkulosis sehingga menyebabkan aktivasi sel-sel darah putih.

DIAGNOSA

  • Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik.
  • Pada ibu hamil secara rutin dilakukan tes tuberkulin. Hasil yang positif sebaiknya diikuti dengan pemeriksaan rontgen dada.
  • Tes tuberkulin seringkali dilakukan pada bayi yang ibunya memberikan hasil tes positif.
  • Jika diduga suatu tuberkulosis, maka dilakukan pembiakan cairan serebrospinal, cairan dari saluran pernafasan dan cairan lambung.
  • Untuk mengetahui adanya infeksi pada paru-paru, dilakukan rontgen dada.
  • Biopsi hati, kelenjar getah bening atau paru-paru dilakukan untuk memperkuat diagnosis.

PENGOBATAN

  • Jika seorang wanita hamil menunjukkan hasil tes yang positif tetapi tanpa gejala dan hasil rontgen dadanya normal, diberikan Isoniazid. Tetapi pengobatan ini biasanya baru diberikan pada trimester ketiga atau setelah persalinan karena adanya resiko kerusakan hati pada wanita hamil.
  • Jika seorang wanita hamil memiliki gejala, diberikan antibiotik Isoniazid, Pirazinamid dan Rifampicin.
  • Selama ibu masih bisa menularkan penyakitnya, bayi tidak boleh dirawat atau berada dekat ibu. Sebagai tindakan pencegahan, diberikan Isoniazid kepada bayi.
  • Kepada bayi yang menderita tuberkulosis diberikan Isoniazid, Rifampicin dan Pirazinamid.
  • Jika infeksi sudah sampai ke otak, diberikan kortikosteroid

Sumber : www.medicastore.com

Posted on 05 November 2012, in Ilmu Kesehatan Anak. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: