Category Archives: Gigi

Parotitis Epidemika

Gondongan

Gondongan.jpg

 

DEFINISI

Gondongan (Mumps, Parotitis Epidemika) adalah suatu infeksi virus menular yang menyebabkan pembengkakan pada kelenjar liur disertai nyeri.

PENYEBAB

  • Mumps disebabkan oleh paramyxovirus.
  • Virus ini ditularkan melalui percikan ludah yang berasal dari bersin atau batuk penderita atau karena bersentuhan langsung dengan benda-benda yang terkontaminasi oleh ludah penderita.
  • Jika dibandingkan dengan campak atau cacar air, gondongan tidak terlalu menular.
  • Kebanyakan penyakit ini menyerang anak-anak yang berumur 2-12 tahun. Jarang ditemukan pada anak yang berumur kurang dari 2 tahun.
  • Jika seseorang pernah menderita gondongan, maka dia akan memiliki kekebalan seumur hidupnya.
  • Yang terkena biasanya adalah kelenjar parotis, yaitu kelenjar ludah yang terletak diantara telinga dan rahang.
  • Pada orang dewasa, infeksi ini bisa menyerang testis (buah zakar), sistem saraf pusat, pankreas, prostat, payudara dan organ lainnya.
  • Masa inkubasi adalah 12-24 hari.

GEJALA

 

  • Gejala timbul dalam waktu 12-24 hari setelah terinfeksi, yaitu berupa:
    • menggigil
    • sakit kepla
    • nafsu makan berkurang
    • merasa tidak enak badan
    • demam ringan sampai sedang (terjadi 12-24 jam sebelum 1 atau beberapa kelanjar liur membengkak).
  • Tetapi 25-30% penderita tidak menunjukkan gejala-gejala tersebut.
  • Gejala pertama dari infeksi kelenjar ludah adalah nyeri ketika mengunyah atau menelan, terutama jika menelan cairan asam (misalnya jus jeruk). Jika kelenjar liur disentuh, akan timbul nyeri. Pada saat ini suhu biasanya naik sampai 38,9-40? Celsius. Pembengkakan terjadi pada hari kedua.
  • Gejala lain yang mungkin ditemukan:
    • nyeri testis
    • benjolan di testis
    • pembengkakan skrotum (kantung zakar).

KOMPLIKASI

  • Hampir semua anak yang menderita gondongan akan pulih total tanpa penyulit, tetapi kadang gejalanya kembali memburuk setelah sekitar 2 minggu.
  • Komplikasi bisa terjadi pada organ selain kelenjar liur, terutama jika infeksi terjadi setelah masa pubertas.
  • Komplikasi bisa terjadi sebelum, selama maupun sesudah kelenjar liur membengkak; atau terjadi tanpa disertai pembengkakan kelenjar liur.
  1. Orkitis ; peradangan pada salah satu atau kedua testis. Setelah sembuh, testis yang terkena mungkin akan menciut. Jarang terjadi kerusakan testis yang permanen sehingga terjadi kemandulan.
  2. Ovoritis : peradangan pada salah satu atau kedua indung telus. Timbul nyeri perut yang ringan dan jarang menyebabkan kemandulan.
  3. Ensefalitis atau meningitis : peradangan otak atau selaput otak. Gejalanya berupa sakit kepala, kaku kuduk, mengantuk, koma atau kejang.
    5-10% penderita mengalami meningitis dan kebanyakan akan sembuh total. 1 diantara 400-6.000 penderita yang mengalami enserfalitis cenderung mengalami kerusakan otak atau saraf yang permanen, seperti ketulian atau kelumpuhan otot wajah.
  4. Pankreatitis : peradangan pankreas, bisa terjadi pada akhir minggu pertama. Penderita merasakan mual dan muntah disertai nyeri perut. Gejala ini akan menghilang dalam waktu 1 minggu dan penderita akan sembuh total.
  5. Peradangan ginjal bisa menyebabkan penderita mengeluarkan air kemih yang kental dalam jumlah yang banyak
  6. Peradangan sendi bisa menyebabkan nyeri pada satu atau beberapa sendi.

DIAGNOSA

  • Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik yang menunjukkan adanya pembengkakan di daerah temporomandibuler (antara telinga dan rahang).
  • Biasanya tidak perlu dilakukan pemeriksaan khusus.

PENGOBATAN

  • Karena terdapat gangguan menelan/mengunyah, sebaiknya diberikan makanan lunak dan hindari minuman asam karena bisa menimbulkan nyeri.
  • Daerah pipi/leher bisa juga dikompres secara bergantian dengan panas dan dingin.
  • Obat pereda nyeri (misalnya Acetaminophen dan Ibuprofen) bisa digunakan untuk mengatasi sakit kepala dan tidak enak badan. Aspirin tidak boleh diberikan kepada anak-anak karena memiliki resiko terjadinya sindroma Reye.
  • Jika terjadi pembengkakan testis, sebaiknya penderita menjalani tirah baring.
  • Untuk mengurangi nyeri, bisa dikompres dengan es batu.
  • Jika terjadi mual dan muntah akibat pankreatitis, bisa diberikan cairan melalui infus.

PENCEGAHAN

  • Vaksinasi gondongan merupakan bagian dari imunisasi rutin pada masa kanak-kanak.
  • Vaksin gondongan biasanya terdapat dalam bentuk kombinasi dengan campak dan rubella (MMR), yang disuntikkan melalui otot paha atau lengan atas.  

Sumber : www.medicastore.com

Abses Retrofaringeal

Abses Retrofaringeal

Abses_Retrofaringeal 1.jpg

 

DEFINISI

Abses Retrofaringeal adalah suatu penimbunan nanah di dalam jaringan tenggorokan bagian belakang.

PENYEBAB

  • Abses biasanya disebabkan oleh infeksi streptokokus yang berasal dari amandel, tenggorokan, sinus, adenoid, hidung atau telinga tengah.
  • Kadang cedera pada tenggorokan bagian belakang akibat tertusuk duri ikan juga bisa menyebabkan abses retrofaringeal.
  • Meskipun jarang, abses retrofaringel juga bisa disebabkan oleh tuberkulosis.
  • Abses retrofaringeal biasanya menyerang anak yang berumur kurang dari 5 tahun.
  • Jaringan pada tenggorokan bagian belakang anak-anak memungkinkan terbentuknya rongga berisi nanah (dimana hal ini tidak terjadi pada orang dewasa).
  • Infeksi di daerah ini bisa terjadi selama atau segera setelah infeksi tenggorokan oleh bakteri.

GEJALA

Gejalanya berupa:

  • Riwayat nyeri tenggorokan, infeksi hidung atau abses gigi
  • Demam tinggi
  • Nyeri tenggorokan hebat
  • Pembengkakan kelenjar getah bening leher
  • Kesulitan menelan
  • Ngiler
  • Gangguan pernafasan
  • Retraksi interkostal (penarikan otot sela iga ketika penderita berusaha keras untuk bernafas)
  • Stridor (suara pernafasan yang kasar).

KOMPLIKASI

  • Perdarahan di sekitar abses
  • Pecahnya abses ke dalam saluran udara (yang bisa menyebabkan penyumbatan saluran udara)
  • Pneumonia
  • Penyebaran infeksi ke dada.

DIAGNOSA

  • Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik.
  • Rontgen atau CT scan leher menunjukkan adanya rongga berisi nanah diantara tenggorokan dan tulang belakang leher.
  • Pemeriksaan darah menunjukkan adanya peningkatan jumlah sel darah putih.
  • Pembiakan lendir tenggorokan bisa menunjukkan adanya organisme penyebab.

PENGOBATAN

Untuk mengatasi infeksi dilakukan pembedahan drainase (untuk membuang nanah) dan diberikan antibiotik dosis tinggi melalui infus.

PENCEGAHAN

Diagnosis dan pengobatan yang tepat pada faringitis dan infeksi nasofaringeal biasanya bisa mencegah terjadinya abses retrofaringeal.

Sumber : www.medicastore.com

Pembesaran Tonsil dan Kelenjar Gondok

Pembesaran Tonsil dan Kelenjar Gondok

Pembesaran_Tonsil_dan_Kelenjar_Gondok.jpg

 

DEFINISI

Amandel dan kelenjar gondok adalah penumpukan jaringan limfa yang membantu tubuh untuk melawam infeksi. Amandel tersebut ditempatkan pada kedua sisi pada bagian belakang tenggorokan. Kelenjar gondok ditempatkan lebih atas dan jauh di belakang, dimana saluran hidung terhubung dengan ternggorokan, dan tidak bisa dilihat melalui mulut. Meskipun begitu, amandel dan kelenjar gondok bisa membesar-misal, ketika mereka menjadi terinfeksi dengan bakteri yang menyebabkan panyakit radang tekak. Ketika hal ini terjadi, amandel tersebut menjadi lebih menonjol dan kelenjar gondok bisa menyumbat hidung. Biasanya, amandel tersebut dan kelenjar gondok kembali ke ukuran normal ketika infeksi berakhir. Kadangkala mereka tetap membesar, terutama sekali pada anak yang sering mengalami infeksi kronis. Meskipun sangat jarang, kanker kadangkala menyebabkan pembesaran amandel atau kelenjar gondok pada anak.

GEJALA

Kebanyakan pembesaran amandel dan kelenjar gondok tidak menyebabkan gejala-gejala; beberapa tahap pada pembesaran tonsillar bahkan dipertimbangkan normal pada anak yang belum sekolah dan anak remaja. meskipun begitu, anak dengan amandel atau kelenjar gondok membesar bisa mengalami tenggorokan luka dan tidak nyaman atau rasa sakit ketika menelan. Kelenjar gondok membesar bisa mengeluarkan kualitas suara ‘hidung kurus’ dan menyebabkan perubahan bentuk langit-langit mulut anak tersebut dan letak pada gigi.

Amandel dan kelenjar gondok yang membesar dipertimbangkan sebagai masalah ketika mereka menyebabkan akibat serius. Mereka bisa menyebabkan infeksi telinga kronis dan kehilangan pendengaran menyebabkan gangguan pada pipa pembuluh dan penumpukan cairan pada telinga tengah. Mereka bisa menyebabkan infeksi sinus menular dan pendarahan hidung. Beberapa anak mengalami gangguan tidur apnea, dengan mendengkur dan tidak bernafas dalam jangka waktu singkat; hal ini bisa menyebabkan kadar oksigen rendah pada darah, sering terbangun, dan tidur di siang hari. Jarang, gangguan tidur apnea disebabkan oleh pembesaran amandel dan kelenjar gondok bisa menyebabkan komplikasi serius, seperti tekanan darah tinggi pada paru-paru (darah tinggi paru-paru) dan perubahan pada jantung yang diakibatkan dari hipertensi paru-paru (cor pulmonale). Lokasi amandel dan kelenjar gondok.

  • Amandel adalah dua daerah pada jaringan limfa ditempatkan pada kedua sisi pada tenggorokan. Amandel tersebut, juga jaringan limfa, terletak lebih tinggi dan lebih jauh dibelakang langit-langit mulut, dimana saluran hidung terhubung dengan tenggorokan. Amandel tersebut tidak dapat dilihat melalui mulut.
  • Anak dengan pembesaran amandel bisa juga kehilangan atau gagal mendapatkan berat badan, baik karena rasa sakit atau kesulitan makan atau karena upaya fisik konstan untuk mereka bernafas.

 

DIAGNOSA

Dokter tidak mengandalkan hanya ukuran amandel untuk membuat diagnosa. Amandel yang sangat besar mungkin normal, dan secara kronis menulari amandel mungkin berukuran normal. Malahan, dokter melihat untuk amandel yang kemerahan, pembesaran kelenjar getah bening pada rahang dan leher, dan efek amandel atas pernafasan. Diagnosa pada gangguan tidur apnea dicurigai ketika orang-tua melaporkan frekwensi jangka waktu tidak bernafas. Dokter juga bisa menganjurkan polysomnogram, dimana oksigen di dalam darah diukur dan anak tersebut diamati ketika sedang tidur.

PENGOBATAN

  • Dokter bisa memberikan antibiotik jika mereka berpikir infeksi bakteri kemungkinan penyebab pembesaran amandel. Jika antibiotik tidak efektif atau jika dokter berpikir antibiotik tidak akan berguna, mereka bisa menganjurkan operasi pengangkatan pada amandel dan kelenjar gondok (tonsillectomy dan adenoidectomy).
  • Tonsillectomy dan adenoidectomy digunakan untuk operasi yang sangat umum dilakukan pada anak di Amerika Serikat, tetapi mereka kurang umum sekarang dimana dokter lebih hati-hati pada anak yang akan menerima manfaat dari operasi tersebut. Anak yang menerima manfaat dari operasi termasuk mereka yang mengalami gangguan tidur apnea dan mereka yang berbicara dan bernafas sangat tidak nyaman. Dokter bisa juga menganjurkan operasi jika mereka pikir kanker bisa menyebabkan pembesaran, atau jika anak tersebut mengalami tenggorokan multiple atau infeksi telinga (didefinisikan oleh beberapa sebagaimana 7 atau lebih infeksi dalam 1 tahun, lima atau lebih infeksi dalam setahun atau lebih dari 2 tahun, atau 3 atau lebih dari 3 tahun). Seorang dokter bisa menganjurkan adenoidectomy tunggal untuk infeksi telinga, congestion hidung berulang, atau infeksi sinus.
  • Tonsillectomy dan adenoidectomy tidak tampak untuk mengurangi frekwensi atau flu berat, batuk, dan gejala-gejala lain. Prosedur ini harus dilakukan setidaknya 3 minggu setelah infeksi apapun telah hilang.
  • Tonsillectomy dan adenoidectomy biasanya dilakukan pada pasien rawat jalan. Tingkat komplikasi operasi tersebut adalah rendah, tetapi rasa sakit setelah operasi dan kesulitan untuk menelan bisa berlangsung selama seminggu. Pendarahan adalah komplikasi yang agak umum tetapi bisa terjadi setiap saat dari hari pertama operasi sampai hari kesepuluh setelah operasi

Sumber : www.medicastore.com

%d blogger menyukai ini: