Arsip Blog

Eritema Infeksiosa

Eritema Infeksiosa

Eritema_Infeksiosa.jpg

 

DEFINISI

Eritema Infeksiosa (5th Disease) adalah suatu infeksi virus menular yang ditandai dengan gejala yang ringan serta bintik-bintik atau ruam kemerahan, yang mulai timbul di pipi lalu menyebar ke lengan/tungkai.

PENYEBAB

  • Penyakit ini disebabkan oleh HPV B19 (human parvo virus).
  • Infeksi ini ditularkan melalui percikan ludah penderita. Infeksi juga bisa ditularkan dari ibu hamil kepada janinnya, dan kemungkinan menyebabkan lahir mati, anemia atau edema pada janin.
  • Penyakit ini biasanya berlangsung selama 5 hari, tetapi ruamnya bisa kambuh lagi dalam beberapa minggu dan biasanya kekambuhan ini disebabkan oleh pemaparan sinar matahari, panas, olah raga, demam maupun stres emosional.

GEJALA

  • Eritema infeksiosa biasanya berawal sebagai kemerahan di pipi (seperti bekas tamparan). Kemudian akan timbul ruam di lengan, tungkai dan batang tubuh.
  • Bagian tengah dari ruam ini warnanya lebih pucat (memudar).
  • Ruam biasanya berlangsung selama 1-2 minggu dan jarang disertai demam.
  • Kadang timbul sakit kepala dan nyeri sendi (arthralgia) yang sifatnya ringan.

 

DIAGNOSA

  • Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan ruamnya yang khas.
  • Kadang dilakukan pengukuran titer antibodi untuk HPV B19.

PENGOBATAN

  • Biasanya tidak perlu diberikan pengobatan khusus untuk eritema infeksiosa.
  • Jika timbul demam atau nyeri sendi bisa diberikan Acetaminophen.

Sumber : www.medicastore.com

Toksoplasmosis Kongenitalis

Toksoplasmosis Kongenitalis

Toksoplasmosis_Kongenitalis.jpg

DEFINISI

  • Toksoplasmosis Kongenitalis adalah suatu infeksi oleh parasit Toxoplasma gondii, yang ditularkan dari ibu selama janin berada dalam kandungan.
  • Toxoplasma gondii ditemukan di seluruh dunia dan menginfeksi 1-8 dari 1000 bayi baru lahir.
  • Sekitar 50% ibu hamil yang terinfeksi akan melahirkan bayi dengan toksoplasmosis kongenitalis.
  • Jika ibu terinfeksi pada akhir kehamilan, maka resiko terjadinya infeksi pada janin adalah lebih besar; jika janin terinfeksi pada awal kehamilan maka penyakitnya biasanya lebih berat.

PENYEBAB

  • Penyebabnya adalah parasit Toxoplasma gondii.
  • Toksoplasma menginfeksi kucing dan telurnya terdapat dalam kotoran kucing. Telur ini tetap menular selama berbulan-bulan.
  • Seorang wanita bisa tertular melalui tanah atau benda-benda yang terkontaminasi oleh kotoran kucing yang mengandung telur parasit.
  • Infeksi juga bisa ditularkan melalui daging yang belum matang (misalnya daging babi, sapi atau kambing).

GEJALA

Toksoplasmosis pada ibu biasanya bersifat ringan, tetapi infeksi pada janin bisa menyebabkan penyakit yang serius.

Toksoplasmosis kongenitalis ditandai dengan:

  • Prematur
  • Berat badan lahir rendah
  • Hepatosplenomegali (pembesaran hati dan limpa)
  • Sakit kuning (jaundice)
  • Anemia
  • Petekie (bintik-bintik kecil berwarna keunguan akibat perdarahan di dalam kapiler/pembuluh darah yang sangat kecil)
  • Korioretinitis
  • Kalsifikasi serebral (pengendapan kalsium di dalam otak)
  • Hidrosefalus
  • Makrosefalus atau mikrosefalus
  • Limfadenopati

Pada stadium lanjut, bisa ditemukan:

  • – kejang
  • – keterbelakangan mental
  • – berbagai kelainan neurologis (saraf)
  • – gangguan penglihatan
  • – gangguan pendengaran.

DIAGNOSA

Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik.

Pemeriksaan yang biasa dilakukan:

  • Titer antibodi pada ibu selama hamil
  • USG perut
  • Pemeriksaan cairan ketuban dan darah janin
  • CT scan
  • Pemeriksaan mata
  • Pemeriksaan neurologis
  • Pemeriksaan antibodi pada darah tali pusar dan cairan serebrospinal.

PENGOBATAN

  • Penularan dari ibu kepada janin bisa dicegah jika ibu meminum obat Spiramycin.
  • Jika janin terinfeksi, kepada ibu hamil diberikan Pyrimethamine atau golongan sulfa.
  • Kepada bayi baru lahir diberikan Pyrimethamine, Sulfadiazine> dan asam Folinat
  • Peradangan pada bayi diatasi dengan pemberian kortikosteroid.

PENCEGAHAN

  • Ibu hamil sebaiknya menghindari kontak dengan tanah atau benda-benda yang kemungkinan tercemar oleh kotoran kucing.
  • Daging sebaiknya dimasak sampai betul-betul matang dan setelah mengolah daging mentah, tangan harus dicuci bersih.

Sumber : www.medicastore.com

Sifilis Kongenitalis

Sifilis Kongenitalis (sifilis pada bayi)

Sifilis_Kongenitalis_(sifilis_pada_bayi).jpg

DEFINISI

Sifilis Kongenitalis adalah suatu infeksi oleh bakteri Treponema pallidum yang ditularkan dari ibu kepada janin di dalam kandungannya.

PENYEBAB

  • Penyebabnya adalah bakteri Treponema pallidum.
  • Kemungkinan terjadinya penularan dari ibu hamil yang menderita sifilis kepada janin melalui plasenta (ari-ari) adalah sebesar 60-80%.
  • Penularan biasanya terjadi pada sifilis stadium awal yang tidak diobati.
  • Hampir 50% bayi yang terinfeksi selama berada dalam kandungan akan meninggal sesaat sebelum atau setelah dilahirkan.

GEJALA

  • Gejala pada bayi baru lahir:
    • Rewel
    • Pembesaran kelenjar getah bening, hati dan limpa
    • Berat badannya tidak bertambah atau gagal berkembang
    • Wajahnya tampak seperti orang tua
    • Bibirnya pecah-pecah
    • Hidungnya keluar lendir berdarah
    • Lepuhan kecil (vesikel) pada telapak tangan dan telapak kaki
    • Ruam makulopapuler berwarna tembaga pada wajah, telapak tangan, telapak kaki
    • Ruam pada tepi mulut, alat kelamin dan anus
    • Hidungnya datar (saddle nose)
    • Meningitis (peradangan selaput otak)
    • Koroiditis (peradangan bagian belakang mata)
    • Kejang
    • Hidrosefalus (pembesaran rongga otak yang berisi carian akibat peningkatan tekanan di dalam otak).

  • Gejala pada bayi yang lebih besar dan anak-anak:
    • Nyeri tulang
    • Tidak mau bergerak karena tungkai dan lengannya nyeri
    • Kelainan pada tulang kering (saber shins)
    • Pembengkakan sendi
    • Gigi Hutchinson (gigi berbintik-bintik dan berbentuk seperti baji)
    • Pembentukan jaringan parut pada luka di mulut, kelamin dan anus (disebut ragade)
    • Keterbelakangan mental
    • Gangguan penglihatan
    • Kornea keruh
    • Gangguan pendengaran atau tuli
    • Bercak abu-abu seperti lendir di anus dan vulva (disebut kondiloma lata).

  • Banyak anak yang menderita sifilis kongenitalis tetap berada pada stadium laten dan tidak pernah menunjukkan gejala.
  • Pada beberapa anak akhirnya akan timbul gejala berupa:
    • Luka terbuka di dalam hidung dan di langit-langit mulut
    • Benjolan yang menyerupai tombol pada tulang tungkai dan tulang tengkorak
    • Tuli dan buta
    • Gigi Hutchinson.
DIAGNOSA

  • Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fiisk, kemungkinan disertai riwayat sifilis pada ibu selama hamil.
  • Pemeriksaan yang dilakukan pada ibu:
    • Tes VDRL 
    • Tes antibodi fluoresensi FTA-ABS
    • Tanda-tanda sifilis pada plasenta
  • Pemeriksaan pada bayi yang lebih besar atau anak-anak:
    • Tes serologis untuk sifilis (VDRL dan FTA-ABS)
    • Pemeriksaan mikroskop lapang pandang gelap (untuk menunjukkan adanya T. pallidum)
    • Rontgen tulang.

PENGOBATAN

Untuk semua bentuk sifilis, diberikan Penicillin.

PENCEGAHAN

  • Pemeriksaan kehamilan sangat penting, dimana biasanya dilakukan tes serologis rutin untuk sifilis
  • Pemberian suntikan penicillin kepada ibu hamil bisa mencegah terjadinya sifilis kongenitalis

Sumber : www.medicastore.com

%d blogger menyukai ini: