Iklan

Arsip Blog

Pembesaran Tonsil dan Kelenjar Gondok

Pembesaran Tonsil dan Kelenjar Gondok

Pembesaran_Tonsil_dan_Kelenjar_Gondok.jpg

 

DEFINISI

Amandel dan kelenjar gondok adalah penumpukan jaringan limfa yang membantu tubuh untuk melawam infeksi. Amandel tersebut ditempatkan pada kedua sisi pada bagian belakang tenggorokan. Kelenjar gondok ditempatkan lebih atas dan jauh di belakang, dimana saluran hidung terhubung dengan ternggorokan, dan tidak bisa dilihat melalui mulut. Meskipun begitu, amandel dan kelenjar gondok bisa membesar-misal, ketika mereka menjadi terinfeksi dengan bakteri yang menyebabkan panyakit radang tekak. Ketika hal ini terjadi, amandel tersebut menjadi lebih menonjol dan kelenjar gondok bisa menyumbat hidung. Biasanya, amandel tersebut dan kelenjar gondok kembali ke ukuran normal ketika infeksi berakhir. Kadangkala mereka tetap membesar, terutama sekali pada anak yang sering mengalami infeksi kronis. Meskipun sangat jarang, kanker kadangkala menyebabkan pembesaran amandel atau kelenjar gondok pada anak.

GEJALA

Kebanyakan pembesaran amandel dan kelenjar gondok tidak menyebabkan gejala-gejala; beberapa tahap pada pembesaran tonsillar bahkan dipertimbangkan normal pada anak yang belum sekolah dan anak remaja. meskipun begitu, anak dengan amandel atau kelenjar gondok membesar bisa mengalami tenggorokan luka dan tidak nyaman atau rasa sakit ketika menelan. Kelenjar gondok membesar bisa mengeluarkan kualitas suara ‘hidung kurus’ dan menyebabkan perubahan bentuk langit-langit mulut anak tersebut dan letak pada gigi.

Amandel dan kelenjar gondok yang membesar dipertimbangkan sebagai masalah ketika mereka menyebabkan akibat serius. Mereka bisa menyebabkan infeksi telinga kronis dan kehilangan pendengaran menyebabkan gangguan pada pipa pembuluh dan penumpukan cairan pada telinga tengah. Mereka bisa menyebabkan infeksi sinus menular dan pendarahan hidung. Beberapa anak mengalami gangguan tidur apnea, dengan mendengkur dan tidak bernafas dalam jangka waktu singkat; hal ini bisa menyebabkan kadar oksigen rendah pada darah, sering terbangun, dan tidur di siang hari. Jarang, gangguan tidur apnea disebabkan oleh pembesaran amandel dan kelenjar gondok bisa menyebabkan komplikasi serius, seperti tekanan darah tinggi pada paru-paru (darah tinggi paru-paru) dan perubahan pada jantung yang diakibatkan dari hipertensi paru-paru (cor pulmonale). Lokasi amandel dan kelenjar gondok.

  • Amandel adalah dua daerah pada jaringan limfa ditempatkan pada kedua sisi pada tenggorokan. Amandel tersebut, juga jaringan limfa, terletak lebih tinggi dan lebih jauh dibelakang langit-langit mulut, dimana saluran hidung terhubung dengan tenggorokan. Amandel tersebut tidak dapat dilihat melalui mulut.
  • Anak dengan pembesaran amandel bisa juga kehilangan atau gagal mendapatkan berat badan, baik karena rasa sakit atau kesulitan makan atau karena upaya fisik konstan untuk mereka bernafas.

 

DIAGNOSA

Dokter tidak mengandalkan hanya ukuran amandel untuk membuat diagnosa. Amandel yang sangat besar mungkin normal, dan secara kronis menulari amandel mungkin berukuran normal. Malahan, dokter melihat untuk amandel yang kemerahan, pembesaran kelenjar getah bening pada rahang dan leher, dan efek amandel atas pernafasan. Diagnosa pada gangguan tidur apnea dicurigai ketika orang-tua melaporkan frekwensi jangka waktu tidak bernafas. Dokter juga bisa menganjurkan polysomnogram, dimana oksigen di dalam darah diukur dan anak tersebut diamati ketika sedang tidur.

PENGOBATAN

  • Dokter bisa memberikan antibiotik jika mereka berpikir infeksi bakteri kemungkinan penyebab pembesaran amandel. Jika antibiotik tidak efektif atau jika dokter berpikir antibiotik tidak akan berguna, mereka bisa menganjurkan operasi pengangkatan pada amandel dan kelenjar gondok (tonsillectomy dan adenoidectomy).
  • Tonsillectomy dan adenoidectomy digunakan untuk operasi yang sangat umum dilakukan pada anak di Amerika Serikat, tetapi mereka kurang umum sekarang dimana dokter lebih hati-hati pada anak yang akan menerima manfaat dari operasi tersebut. Anak yang menerima manfaat dari operasi termasuk mereka yang mengalami gangguan tidur apnea dan mereka yang berbicara dan bernafas sangat tidak nyaman. Dokter bisa juga menganjurkan operasi jika mereka pikir kanker bisa menyebabkan pembesaran, atau jika anak tersebut mengalami tenggorokan multiple atau infeksi telinga (didefinisikan oleh beberapa sebagaimana 7 atau lebih infeksi dalam 1 tahun, lima atau lebih infeksi dalam setahun atau lebih dari 2 tahun, atau 3 atau lebih dari 3 tahun). Seorang dokter bisa menganjurkan adenoidectomy tunggal untuk infeksi telinga, congestion hidung berulang, atau infeksi sinus.
  • Tonsillectomy dan adenoidectomy tidak tampak untuk mengurangi frekwensi atau flu berat, batuk, dan gejala-gejala lain. Prosedur ini harus dilakukan setidaknya 3 minggu setelah infeksi apapun telah hilang.
  • Tonsillectomy dan adenoidectomy biasanya dilakukan pada pasien rawat jalan. Tingkat komplikasi operasi tersebut adalah rendah, tetapi rasa sakit setelah operasi dan kesulitan untuk menelan bisa berlangsung selama seminggu. Pendarahan adalah komplikasi yang agak umum tetapi bisa terjadi setiap saat dari hari pertama operasi sampai hari kesepuluh setelah operasi

Sumber : www.medicastore.com

Iklan

Cerebral Palsy pada Anak

Cerebral Palsy

Cerebral_Palsy.jpg

DEFINISI

  • Cerebral Palsy (CP, Kelumpuhan Otak Besar) adalah suatu keadaan yang ditandai dengan buruknya pengendalian otot, kekakuan, kelumpuhan dan gangguan fungsi saraf lainnya.
  • CP bukan merupakan penyakit dan tidak bersifat progresif (semakin memburuk).
  • Pada bayi dan bayi prematur, bagian otak yang mengendalikan pergerakan otot sangat rentan terhadap cedera
  • CP terjadi pada 1-2 dari 1.000 bayi, tetapi 10 kali lebih sering ditemukan pada bayi prematur dan lebih sering ditemukan pada bayi yang sangat kecil.

PENYEBAB

CP bisa disebabkan oleh cedera otak yang terjadi pada saat:

  • Bayi masih berada dalam kandungan
  • Proses persalinan berlangsung
  • Bayi baru lahir
  • Anak berumur kurang dari 5 tahun.

Tetapi kebanyakkan penyebabnya tidak diketahui.

10-15% kasus terjadi akibat cedera lahir dan berkurangnya aliran darah ke otak sebelum, selama dan segera setelah bayi lahir.
Bayi prematur sangat rentan terhadap CP, kemungkinan karena pembuluh darah ke otak belum berkembang secara sempurna dan mudah mengalami perdarahan atau karena tidak dapat mengalirkan oksigen dalam jumlah yang memadai ke otak.

Cedera otak bisa disebabkan oleh:

  • Kadar bilirubin yang tinggi di dalam darah (sering ditemukan pada bayi baru lahir), bisa menyebabkan kernikterus dan kerusakan otak
  • Penyakit berat pada tahun pertama kehidupan bayi (misalnya ensefalitis, meningitis, sepsis, trauma dan dehidrasi berat)
  • Cedera kepala karena hematom subdural
  • Cedera pembuluh darah.

GEJALA

  • Gejala biasanya timbul sebelum anak berumur 2 tahun dan pada kasus yang berat, bisa muncul pada saat anak berumur 3 bulan.
  • Gejalanya bervariasi, mulai dari kejanggalan yang tidak tampak nyata sampai kekakuan yang berat, yang menyebabkan perubahan bentuk lengan dan tungkai sehingga anak harus memakai kursi roda.

CP dibagi menjadi 4 kelompok:

  1. Tipe Spastik (50% dari semua kasus CP), otot-otot menjadi kaku dan lemah.
    Kekakuan yang terjadi bisa berupa:

    • Kuadriplegia (kedua lengan dan kedua tungkai)
    • Diplegia (kedua tungkai)
    • Hemiplegia (lengan dan tungkai pada satu sisi tubuh)
  2. Tipe Diskinetik (Koreoatetoid, 20% dari semua kasus CP), otot lengan, tungkai dan badan secara spontan bergerak perlahan, menggeliat dan tak terkendali; tetapi bisa juga timbul gerakan yang kasar dan mengejang. Luapan emosi menyebabkan keadaan semakin memburuk, gerakan akan menghilang jika anak tidur
  3. Tipe Ataksik, (10% dari semua kasus CP), terdiri dari tremor, langkah yang goyah dengan kedua tungkai terpisah jauh, gangguan koordinasi dan gerakan abnormal.
  4. Tipe Campuran (20% dari semua kasus CP), merupakan gabungan dari 2 jenis diatas, yang sering ditemukan adalah gabungan dari tipe spastik dan koreoatetoid.

Gejala lain yang juga bisa ditemukan pada CP:

  • Kecerdasan di bawah normal
  • Keterbelakangan mental
  • Kejang/epilepsi (terutama pada tipe spastik)
  • Gangguan menghisap atau makan
  • Pernafasan yang tidak teratur
  • Gangguan perkembangan kemampuan motorik (misalnya menggapai sesuatu, duduk, berguling, merangkak, berjalan)
  • Gangguan berbicara (disartria)
  • Gangguan penglihatan
  • Gangguan pendengaran
  • Kontraktur persendian
  • Gerakan menjadi terbatas.

DIAGNOSA

  • Pada pemeriksaan akan ditemukan tertundanya perkembangan kemampuan motorik.
  • Refleks infantil (misalnya menghisap dan terkejut) tetap ada meskipun seharusnya sudah menghilang.
  • Tremor otot atau kekakuan tampak dengan jelas, dan anak cenderung melipat lengannya ke arah samping, tungkainya bergerak seperti gunting atau gerakan abnormal lainnya.

Berbagai pemeriksaan laboratorium bisa dilakukan untuk menyingkirkan penyebab lainnya:

  • MRI kepala menunjukkan adanya kelainan struktur maupun kelainan bawaan
  • CT scan kepala menunjukkan adanya kelainan struktur maupun kelainan bawaan
  • Pemeriksaan pendengaran (untuk menentukan status fungsi pendengaran)
  • Pemeriksaan penglihatan (untuk menentukan status fungsi penglihatan)
  • EEG
  • Biopsi otot.

PENGOBATAN

CP tidak dapat disembuhkan dan merupakan kelainan yang berlangsung seumur hidup. Tetapi banyak hal yang dapat dilakukan agar anak bisa hidup semandiri mungkin.

Pengobatan yang dilakukan biasanya tergantung kepada gejala dan bisa berupa:

  • Terapi fisik
  • Braces (penyangga)
  • Kaca mata
  • Alat bantu dengar
  • Pendidikan dan sekolah khusus
  • Obat anti-kejang
  • Obat pengendur otot (untuk mengurangi tremor dan kekakuan)
  • Terapi okupasional
  • Bedah ortopedik
  • Terapi wicara bisa memperjelas pembicaraan anak dan membantu mengatasi masalah makan
  • Perawatan (untuk kasus yang berat).

 

  • Jika tidak terdapat gangguan fisik dan kecerdasan yang berat, banyak anak dengan CP yang tumbuh secara normal dan masuk ke sekolah biasa.
  • Anak lainnya memerlukan terapi fisik yang luas, pendidikan khusus dan selalu memerlukan bantuan dalam menjalani aktivitasnya sehari-hari.
  • Pada beberapa kasus, untuk membebaskan kontraktur persendian yang semakin memburuk akibat kekakuan otot, mungkin perlu dilakukan pembedahan.
  • Pembedahan juga perlu dilakukan untuk memasang selang makanan dan untuk mengendalikan refluks gastroesofageal.

PROGNOSIS

  • Prognosis biasanya tergantung kepada jenis dan beratnya CP.
  • Lebih dari 90% anak dengan CP bisa bertahan hidup sampai dewasa.

PENCEGAHAN

Sebagian besar kasus cerebral palsy tidak dapat dicegah, meskipun dengan upaya terbaik orangtua dan dokter. Tapi, jika Anda hamil, Anda dapat mengambil langkah-langkah ini untuk tetap sehat dan meminimalkan kemungkinan komplikasi kehamilan:

  1. Pastikan Anda diimunisasi. Imunisasi terhadap penyakit-penyakit seperti rubella dapat mencegah infeksi yang dapat menyebabkan kerusakan otak janin.
  2. Jaga dirimu. Semakin sehat Anda menuju kehamilan, semakin kecil kemungkinan Anda akan mengalami infeksi yang dapat mengakibatkan cerebral palsy.
  3. Carilah perawatan awal dan berkesinambungan pralahir. Rutin melakukan kunjungan ke dokter Anda selama kehamilan adalah cara yang baik untuk mengurangi risiko kesehatan untuk Anda dan bayi yang belum lahir. Periksa ke dokter Anda secara teratur dapat membantu mencegah kelahiran prematur, berat lahir rendah dan infeksi.

Sumber : www.medicastore.com

%d blogger menyukai ini: